- Oleh Agung PW
Semakin makmur hewan, tercukupi kebutuhan pangan yang sehat, akan semakin kuat menghadapi segala macam penyakit. Tak sekadar penyakit yang menyerang binatang itu sendiri namun juga yang dapat menular kepada manusia.
Kesejahteraan terkait pula dengan lingkungan, dia tak dapat berdiri sendiri. Makin baik lingkungan tempat hewan tinggal makin terjaga pula kesehatannya.
’’Tugas seorang dokter hewan sesuai dengan semboyannya secara konkret menjaga kesejahteraan manusia dengan jalan memuliakan hewan, menjaga kelayakan sumber protein hewani, mencegah berbagai penyakit yang dapat menular dari hewan serta menjaga kesehatan umum para binatang,’’ papar Vena Teatrica dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM ketika menggelar aksi di depan gedung Bank Indonesia Yogyakarta, kemarin.
Dia dan puluhan orang lainnya dari FKH dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) turun ke jalan, Minggu (27/4) pagi, memperingati World Veterinary Day (WVD). Mereka menyosialisasikan keberadaan dokter hewan kepada masyarakat sekaligus meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kondisinya.
Posisi Strategis
’’Dokter hewan kurang mendapat posisi strategis dalam pengambilan keputusan hal-hal yang berkaitan dengan dunia hewan yang memengaruhi kehidupan manusia,’’ tandasnya.
Bahkan dia menilai posisi dokter hewan kadang-kadang tergantikan profesi lain sehingga hakikat mulia perannya terkuburkan oleh anggapan-anggapan negatif. Akibatnya, keputusan yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak menyentuh sasaran.
Salah seorang dokter hewan, Gagak Donny Satria mengungkapkan, kebutuhan profesi dokter hewan kian mendesak. Banyak pihak dan bidang memerlukan profesi tersebut namun sayangnya ketersediaan orang-orang di bidang itu sangat terbatas bahkan sedikit. Hanya ada lima perguruan tinggi negeri yang memiliki fakultas kedokteran hewan.
’’Lulusan tak mampu memenuhi permintaan pasar, akibatnya banyak pekerjaan yang seharusnya hanya boleh dan bisa dilakukan dokter hewan terpaksa ditangani bidang keahlian lain. Hal itu sering menimbulkan persoalan,’’ imbuhnya.
Sudah saatnya pemerintah memperhatikan aspek ini secara lebih serius karena persoalan-persoalan di masa mendatang tak hanya menyangkut manusia tapi juga hewan dan hubungannya dengan manusia.
Pendidikan kedokteran hewan, keberadaan lulusannya, dan pengambilan kebijakan menyangkut kehewanan harus melibatkan bidang tersebut dan tak lagi menggantinya dengan bidang lain. (70)
Filed under: General | Tagged: aksi simpatik, hari kedokteran hewan, imakahi ugm, kedokteran hewan ugm, world veterinary day

















wah sangat bagus beritanya dimuat di berbagai media massa. tapi sayang banget, kok PDHI= persatuan dokter hwn ind??? …salah tuh…yang bener PDHI= PERHIMPUNAN DOKTER HEWAN INDONESIA …
trus FKH itu bukan fakultas kehutanan tapi FKH= FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN ….wahh…wartawan yang gak GAUL apa kitanya yang kurang GAUL yah???
Maju terus IMAKAHI !!!!
great..
DOKTER HEWAN emang perlu mendapatkan posisinya
berbagai kegiatan medis berhubungn dg hewan aj dilakuin sm org2 yg bukan dokter hewan..
pokoke viva veteriner…………………………………kesehatan hewan juga berdampak pada kesehatan manusia…palagi zoonosis